Tag: Komisioner Ombudsman

Komisioner Ombudsman Usul Semua Ditjen Bimas di Kemenag Dihapus

Komisioner Ombudsman Usul Semua Ditjen Bimas di Kemenag Dihapus – Komisioner Ombudsman RI Ahmad Suaedy mengusulkan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas—yang baru saja dilantik—agar mengubah proses organisasi tata kelola (SOTK) di tubuh Kementerian Agama. Salah satunya dengan menghapus semua Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas). Hal selanjutnya wajib dilakukan, kata Suaedy, agar semua warga negara dari semua agama dan keyakinan mendapat service yang setara di hadapan Kemenag. Saat ini, ada lima Ditjen Bimas yang berada di bawah Kemenag: Ditjen Bimas Islam, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Buddha. “Ini sebetulnya agak ‘radikal’. Kami Ombudsman pernah usulkan ini ke presiden. Saat ini sebetulnya menghalangi aliran-aliran yang lain (dalam mendapatkan pelayanan). Saya kira secara service ini tidak efisien,

Komisioner Ombudsman Usul Semua Ditjen Bimas di Kemenag Dihapus

komisioner-ombudsman-usul-semua-ditjen-bimas-di-kemenag-dihapus

Suaedy mengambil alih semisal bagaimana kelompok minoritas dari ragam aliran keyakinan yang sampai saat ini tetap kerap mengeluh ada masalah mendapat service di Kemenag. Padahal, penghayat keyakinan telah diakui dan miliki landasan lewat putusan Mahkamah Konstitusi sejak 2017 lalu. Ia mengusulkan agar semua Ditjen Bimas diubah, dari tadinya berbasis agama, jadi berbasis tipe pelayanan. Suaedy mengambil alih lebih dari satu semisal seperti Ditjen Pelayanan Tempat Ibadah, Ditjen Pendidikan, sampai Ditjen Pelayanan Ziarah. “Kan di semua agama ada ziarah juga. Jadi lebih ke tipe pelayanannya. Ini sebetulnya tidak mudah, tapi selalu wajib diusahakan kedepannya,”judi bola kata dia. Apalagi, di Kemenag, anggota pendidikan dan ibadah haji cuma di sajikan untuk Islam, yakni Ditjen Pendidikan Islam dan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. “Masih ada masalah-masalah yang sangat mutlak yang patut jadi perhatian menteri agama. Harus ada kesamaan service warga negara di dalam perihal agama. Kalau begini terus, kami akan ada masalah sekali maju. Akan ada masalah sekali maju karena agama dikerangkeng. Negara mengkerangkeng agama. Menteri semua agama bukan cuma soal pergaulan, datang di acara-acara agama, bukan itu. Tapi pada service yang konkret. Kami inginnya seperti itu,” katanya. Menteri Agama Yaqut usai dilanik memastikan komitmennya untuk jadi menteri semua agama. Menurutnya, tidak boleh ada perbedaan perlakuan dan diskriminasi bagi semua agama di Indonesia. “Tidak boleh ada perbedaan, tidak boleh ada diskriminasi bagi semua agama di Indonesia,” katanya di Jakarta, Kemarin (23/12/2020). Melalui Kemenag, Yaqut mengidamkan menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Caranya, dengan menumbuhkan sikap saling menghargai antar pemeluk, antar mereka yang berlainan keyakinan. “Mereka yang bukan saudaramu di dalam iman adalah saudaramu di dalam kemanusiaan,” tuturnya mengutip ungkapan Sayyidina Ali. “Toleransi tingkat tinggi ini wajib diteladankan dari Kementerian Agama. Saya tidak mengidamkan dari Kemenag justru keluar cara-cara diskriminatif pada satu dengan lainnya,” sambungnya. Gus Yaqut mengidamkan menjadikan Kemenag sebagai kementerian semua agama. Menag akan mengupayakan mengembalikan agama pada fungsinya yang mendamaikan. “Kita kembalikan agama pada fungsinya yang mendamaikan, sebagai jalan untuk melakukan resolusi konflik atas semua persoalan,” ujarnya. “Kita akan menolak gerakan yang mengidamkan menjadikan agama sebagai sumber konflik dan perpecahan. Semua wajib berangkat dari Kemenag ini,” tandasnya. Menag menghendaki kerja serupa jajarannya di dalam mewujudkan cita-cita ini. Hal itu menurutnya wajib dibuktikan dengan kinerja dan pengabdian kepada bangsa dan negara.