isi-maklumat-kapolri-terbaru-soal-perayaan-natal-2020-tahun-baru

Isi Maklumat Kapolri Terbaru soal Perayaan Natal 2020 & Tahun Baru

Isi Maklumat Kapolri Terbaru soal Perayaan Natal 2020 & Tahun Baru – Maklumat Kapolri teranyar tentang dengan perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 udah terbit. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis menandatangani maklumat terbarunya itu, pada Rabu, 23 Desember 2020. Secara resmi, Maklumat Kapolri itu bernomor Mak/4/XII/2020 dan tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021.

Isi Maklumat Kapolri Terbaru soal Perayaan Natal 2020 & Tahun Baru

isi-maklumat-kapolri-terbaru-soal-perayaan-natal-2020-tahun-baru

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, penerbitan maklumat tersebut punya tujuan untuk memutus dan mencegah rantai penyebaran virus corona (Covid-19) pada jaman libur akhir tahun 2020. Keterangan Argo ini dilansir laman resmi Humas Polri. Sementara di dalam Maklumat tersebut, dinyatakan bahwa Kapolri mempertimbangkan penanganan penyebaran Covid-19 secara nasional yang belum semuanya terpecahkan dan tetap berpotensi berkembang luas di tengah masyarakat.

Maka itu, kegunaan memberi tambahan bantuan dan menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Kapolri mengeluarkan Maklumat untuk tidak menyelenggarakan pertemuan atau kegiatan yang mengakibatkan kerumunan orang banyak di area umum. Daftar kegiatan yang dilarang atau diminta supaya tidak diadakan selama periode libur Natal 2020 dan Tahun 2021, cocok dengan mengisi Maklumat Kapolri teranyar itu adalah: Perayaan Natal dan kegiatan keagamaan di luar area ibadah Pesta/perayaan malam perubahan tahun Arak-arakan, pawai, dan karnaval Pesta penyalaan kembang api.

Dalam maklumat yang sama, Kapolri Idham Azis termasuk menyatakan: “Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini maka tiap tiap bagian Polri mesti lakukan tindakan yang dibutuhkan cocok dengan keputusan perundang-undangan.” Sejumlah surat edaran di awalnya termasuk diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Perhubungan untuk memperketat syarat perjalanan orang selama jaman libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Tujuannya sama: untuk mencegah penularan Covid-19 saat libur panjang akhir 2020.

Ada satu surat edaran yang diterbitkan Satgas Covid-19. Empat surat edaran lainnya dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Ketentuan di dalam 5 surat edaran yang terbit pada 19 Desember 2020 lantas itu diberlakukan hingga tanggal 8 Januari 2021. Belakangan, pada 23 Desember 2020, Satgas Covid-19 sebabkan keputusan tambahan (addendum) di Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020. Aturan tambahan ini berlaku per 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Isi addendum itu adalah keputusan yang memperketat syarat kehadiran WNA dan WNI, asal Eropa dan Australia, yang memasuki wilayah Indonesia pada jaman libur akhir tahun 2020. Ketentuan tambahan itu termasuk melarang WNA asal Inggris masuk wilayah RI pada periode yang sama. Pada akhir November lalu, Kementerian Agama (Kemenag) pun menerbitkan Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2020 berisi saran penerapan protokol kebugaran di pelaksanaan ibadah Natal 2020. Berikut link dokumen Maklumat Kapolri, dan sejumlah surat edaran terbitan dari Satgas Covid-19, Kemenhub, dan Kemenag tentang kegiatan pada jaman libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *